KPU Garut : Syarat untuk Jadi Petugas KPPS Cukup Bisa “Calistung”

Ketua KPU Kabupaten Garut, Junaedin Basri, disela memimpin Sidang Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan kedua Pemilu 2019, di Hotel Banyu Alam Cipanas Garut Rabu (20/03/2019)/ foto: Useu G Ramdani/GE.***

garutexpress.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut saat ini tengah melakukan verifikasi data calon Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Namun ada hal menarik dalam proses penerimaan calon KPPS, terutama dalam hal persyaratannya.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Garut, Junaedin Basri, saat memimpin Sidang Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan kedua Pemilu 2019 di Hotel Banyu Alam Cipanas Garut, Rabu (20/03/2019). Persyaratan untuk menjadi petugas KPPS memang sudah diatur dalam Undang-undang.

“ Tetapi ada beberapa poin yang mendapatkan diskresi atau keringanan. Salah satu contohnya pesyaratan ijazah. Jika dalam Undang-undang pemilu diharuskan minimal paling rendah itu lulusan SMA/sederajat. Tetapi, setelah mendapatkan keringanan, masalah pendidikan seakan-akan tidak penting lagi,” ungkapnya.

Junaedin menyebut, dengan bermodalkan surat keterangan bisa membaca menulis berhitung (calistung)  dari lembaga pendidikan setempat, maka orang tersebut bisa mendaftar menjadi petugas KPPS.

“ Hal tersebut dikarenakan banyak sekali daerah terpencil yang memungkinkan sulitnya mendapatkan SDM sesuai kriteria yang ada dalam aturan. Sehingga pihak KPU sendiri mendapatkan keringanan dalam persyaratan calon KPPS,” ujar Junaedi.

Ditambahkannya, hal itu tidak serta merta dilakukan. Jika upaya perekrutan sudah dilakukan maksimal oleh KPU dalam hal ini melalui PPK dan PPS tingkat desa.

“ Jika tidak memenuhi kuota sesuai kebutuhan. Maka langkah tersebut kami lakukan. Semua itu sudah diatur dalam Peraturan KPU dan kami menjalankannya,” tandasnya.

Menurutnya, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Garut jumlahnya mencapai 8056 TPS. “ Kita tinggal kalikan saja dengan kebutuhan SDM yang berjumlah 7 orang di setiap TPS, itu membutuhkan banyak anggota KPPS,” katanya.

Menurut catattanya, dari 42 Kecamatan se Kabupaten Garut, sampai saat ini sudah 30 Kecamatan lebih yang sudah memenuhi syarat izajah SMA dan usia minimal 17 tahun.

“ Untuk yang hanya bermodalkan surat keterangan bisa calistung, mungkin hanya beberapa orang saja,” tukasnya.

Junaedin optimis, semua KPPS nantinya akan bekerja dengan baik, karena yang mendaftarkan diri menjadi calon KPPS dengan disertai surat keterangan bisa calistung tersebut hanya ada satu atau dua orang saja di setiap TPS. (Useu G Ramdani)***

Editor: ER.

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here