Kenaikan Gaji PNS Dibayarkan Rapel untuk Lima Bulan

Gaji PNS naik lima persen dibayarkan rapel.

Garutekspress.id – Mulai Januari 2019, gaji pegawai negeri sipil (PNS) naik 5 persen untuk seluruh golongan. Hal itu Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

Kepala Bidang Anggaran BPPKAD Kota Banjar Asep Mulyana memastikan, meski ada kenaikan gaji PNS sebesar lima persen, anggaran yang disiapkan tidak kurang. Sebab dalam setiap penganggaran, gaji PNS dilebihkan 2,5 persen dari total anggaran.

“Tidak devisit karena ada akres. Akres itu anggaran yang dilebihkan sebesar 2,5 persen dari total anggaran belanja pegawai dalam satu tahunnya,” kata Asep.

Tahun ini, kata dia, anggaran yang disiapkan untuk gaji pegawai selama 12 bulan, termasuk gaji 13 dan gaji 14 (tunjangan hari raya) serta gaji untuk CPNS 2018 sebesar Rp 162.537.025.378.

“Jika dihitung untuk kenaikan sebesar lima persen ini kemudian diakumulasi selama satu tahun maka penambahannya sekitar Rp 7,7 miliar lebih,” jelasnya dikutip dari Radar Tasikmalaya, Kamis (28/3/2019).

Grafis CNBC Indonesia

Kepala Bidang Perbendaharaan di BPPKAD kota Banjar Riani Dwi Setianingrum mengatakan, berdasarkan PP, gaji PNS mulai naik sejak Januari. Namun hingga Maret belum ada pembayaran kenaikan tersebut.

“Untuk OPD dalam mengusulkan pembayaran kekurangan dari kenaikan gaji harus diterima oleh BPPKAD maksimal hingga 5 April. Nanti dibayarkan rapel yang lima persennya untuk bulan Januari Februari dan Maret,” terangnya, Rabu (27/3/2019).

Riani menjelaskan pembayaran kenaikan gaji yang lima persen dari Januari sampai Maret totalnya sekitar Rp 1.399.386.186 untuk 2.529 pegawai negeri sipil.

“Itu jumlah yang dirapelnya lima persen per bulan dikali tiga bulan jadi totalnya sekitar 1,3 miliar lebih,” ungkapnya.

Kemudian, untuk penggajian April total gaji per bulan PNS sudah mengikuti kenaikan lima persen.

Ia mengatakan penggajian kotor untuk 2.529 PNS pada Maret 2019 belum termasuk kenaikan lima persen sebesar Rp 11.050.397.976. Sementara April, anggaran yang dikeluarkan pemkot dari DAU untuk penggajian pegawai setelah dinaikan lima persen menjadi sebesar Rp 11.516.806.038 untuk 2.523 PNS.

“Jumlah pegawainya berkurang enam orang karena pensiun. Peningkatan pembayaran gaji setelah naik lima persen itu sekitar selisih setengah miliar untuk satu bulan penggajian PNS,” kata Riani. (AI)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here