Inovasi UMKM jadi Andalan Desa Tanjunganom di Lomba Desa 2019

Kades Tanjunganom, Enjang Abdullah (berpeci) disela ekspose lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan 2019 di kantor Desa Tanjunganom, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Rabu (27/03/2019)***

garutexpress.id – Dalam lomba evaluasi perkembangan desa dan kelurahan tingkat kabupaten 2019, Desa Tanjunganom dipercaya menjadi wakil Kecamatan Samarang. Untuk mengikuti lomba tahunan tersebut, Kepala Desa Tanjunganom, Enjang Abdullah telah mempersiapkan segala sesuatunya. Di antaranya optimalisasi dana desa, pengembangan sektor kesehatan, pendidikan, UMKM hingga infrastruktur  pedesaan.

In sha Allah, kepercayaan ini akan saya upayakan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sesuai denga ketentuan panitia, peserta (Desa) dalam lomba evaluasi perkembangan desa dan kelurahan tingkat kabupaten ini akan dinilai dari segi inovasinya. Ada tiga kriteria yang akan dinilai, dari administrasi desa, prestentasi dan penilaian langsung di lapangan. Disamping itu, penilain juga nantinya dititikberatkan pada pengembangan dan inovasi juga,” ungkap Enjang, usai menggelar ekspose di halaman kantor Desa Tanjunganom, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Rabu (27/03/2019).

Dikatakannya, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam lomba kali ini menjadi andalan Desa Tanjunganom. Selain dikenal dengan hasil pertanaiannya yang melimpah, di desa ini juga telah berkembang sejumlah home industry dengan berbagai produk khasnya.

“Dengan akselerasi  badan usaha milik desa (Bumdes) berbagai inovasi terus kita kembangkan, salah satunya UMKM. Ada beberapa home industry yang memproduksi beberapa produk khas, mulai dari pengolahan ikan bandeng kemasan, produk konveksi dan produk lainnya,” katanya.

Selain UMKM dengan Bumdesnya, Desa Tanjunganom juga membenahi sektor pelayanan pemerintahan desa sehingga lebih memudahkan masyarakat.

“Pelayanan pemerintahan desa juga terus kita benahi untuk memudahkan masyarakat. Misalnya, pelayanan di pos kesehatan desa (poskesdes) siap melayani keperluan warga hingga 24 jam dengan kualifikasi petugas kesehatan sesuai kebutuhan,” tandasnya.

Sementara itu, Aris Riswandi, salah seorang tim penilai dari Kabupaten Garut menyebut penyelenggaraan lomba ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan desa.

“Tujuannya, lomba evaluasi perkembangan desa dan kelurahan ini di antaranya untuk meningkatkan pelayanan publik, sehingga bedampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Aris.

Pada kesempatan tersebut, Aris juga mengatakan, pada tahun mendatang lomba desa akan digelar dengan sistem online. “Tahun depan, lomba desa ini direncanakan sudah berbasis online. Jadi kepada setiap pemerintahan desa dari sekarang harus sudah mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan tekhnologi informasi,” jelasnya. (ER)***

 

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here