Gowes Bandung-Garut Berantakan, Panitia : Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Peserta Gotik gowes Bandung -Garut bertajuk Gowes Milenial Hayu Picnic ka Garut, tampak kebingungan saat mencari panitia di sekitar Mapolda Jabar, Minggu (17/03/2019)***

garut-express.id – Perhelatan gowes Bandung–Garut bertajuk Gowes Milenial Hayu Picnic ka Garut membuat ribuan peserta kecewa berat. Pasalnya, acara rangkaian Hari Jadi Garut ke 206 yang diselenggarakan dua hari (16-17/03/2019) itu berlangsung jauh dari harapan peserta.

Aden, salah seorang peserta asal Copong Garut mengaku benar-benar dibuat kecewa oleh panitia penyelenggara. Menurutnya,event dengan harga tiket yang cukup lumayan tersebut berjalan “acak-acakan”.

“Ya, kecewa pisan. Banyak kejangggalan, seolah tanpa panitia, tanpa ceremony pelepasan, tanpa ambulance pendamping, tanpa pengawalan. Start juga nggak jelas. Ada yang dari Polda (Jabar), ada yang dari Cileunyi, ada yang dari Nagreg, dari Leles, pokoknya nggak jelas,” ungkapnya kepada garutexpress.id, Minggu (17/03/2019).

Diungkapkannya, acara sebesar itu dengan kepanitiaan yang dinilai amburadul sangat memalukan Garut sebagai panitia penyelenggara. Terlebih para peserta tidak hanya datang dari Garut, ada juga dari luar Garut.

“Pokoknya ini sangat memalukan Garut, kasihan juga banyak peserta dari luar Garut yang tadinya antusias ingin memeriahkan HJG sekaligus berwisata, ini malah dikecewakan. Kepanitiaan nggak jelas, jangan gembar-gembor hayu piknik ka Garut, kalau memang belum bisa menjadi tuan rumah yang baik,” keluhnya.

Dengan harga tiket Rp 100 ribu per peserta untuk gowes Bandung-Garut sebelumnya dijanjikan akan ada “botram” (jamuan makan). Namun nyatanya, para peserta hanya diberikan satu kaos berbahan kain alakadarnya plus nasi box.

Famplet Garut Lautan Sepeda 2019 yang menurut peserta jauh dari harapan dan kenyataan. ***

“Dengan tiket Rp 100 ribu, kita hanya dapet kaos bahan partai dan nasi box. Padahal di tiket disebutkan akan ada botram (jamuan makan). Ini mah hoax. Jadwal start simpang siur, jam 6 nyampe Bandung, di situ belum kumpul semua peserta. Jam 7 kurang, ada beberapa peserta yang mulai berangkat mengikuti mobil patwal, entah dari Polda atau bukan. Pas ditanyakan, ternyata pihak Polda juga mengaku tidak tahu ada acara sepeda Bandung-Garut, malah ia menanyakan panitianya siapa,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan peserta gowes Bandung-Garut, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Hayu Picnic ka Garut, Edi Setiawan menyampaikan permintaan maafnya. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan ujian untuk panitia, sehingga bisa menjadi pelajaran untuk penyelenggaraan event-event mendatang.

The show must go on.  Semua keluhan para peserta saya terima, semuanya apapun yang terjadi, karena sudah terjadi.  Kekalahan selalu ada, kemenangan kekurangan selalu ada  kelebihan. Hanya pada saat itu saya  dan team sedang diuji. Untuk menatap ke depan yang lebih baik.  Ada satu hal yang mungkin tidak bisa kita share sama yang lain. Yang jelas,  kami akan lebih hati-hati dan lebih terbuka di event yang akan datang.  Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kekurangannya,” tutur Edi, melalui pesan Whatsapp kepada garutexpress.id, saat dikonformasi, Minggu (17/03/2019). (ER)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here