Banyak Ibu-ibu Muda Menjanda di Garut, Ini Faktor Penyebabnya

ilustrasi.net

garutexpress.id- Menurut juru bicara Pengadilan Agama Garut, Muhammad Dihyah Wahid, sedikitnya ada tiga faktor utama yang memicu melonjaknya angka perceraian di Garut.

“Sebenarnya ada banyak faktor lain (pemicu perceraian). Salah satunya soal hukum (dipenjara), nikah muda, dan lainnya, namun yang paling banyak ada tiga,” katanya.

Faktor ekonomi adalah salah satu penyebabnya. Melemahnya ekonomi sepertinya ikut berdampak pada keharmonisan keluarga. ” Kadang yang sudah PNS juga banyak yang daftar (cerai), padahal secara ekonomi untuk di daerah mungkin cukup,” ungkapnya.

Pengadilan Agama Garut mencatat, dalam rentang tahun 2016 hingga 2018, total kasus perceraian yang dipicu faktor ekonomi mencapai 5.713 kasus. “Paling banyak tahun 2017 mencapai 2505 kasus,” tukasnya.

Related Post

Disamping itu, Pengadilan Agama Garut juga mencatat, sejak 2016 lalu, faktor suami meninggalkan istri mencapai  3.011 kasus. “Paling banyak tahun lalu (2018) yang mencapai 1.791 kasus meninggalkan tidak bertanggung jawab,” katanya.

Sementara di posisi ke tiga terbanyak ditempati, akibat perselisihan atau percekcokan yang terus menerus. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat sebanyak 1.388 kasus. “Kalau yang terus berselisih paling banyak tahun 2017 sebanyak 375 kasus,” ujarnya.

Dihyah mengatakan, dalam penanganan kasus perceraian, pihak berperkara, mengedepankan asas berkeadilan bagi kedua belah pihak. Diharapkannya, sejak mereka mendaftarkan gugatan cerai bisa kembali rukun. “Namun kami pun tidak bisa menghalangi keinginan mereka,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: ER.


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.