Aktivitas Dua Gunung di Garut Terus Dipantau Selama 24 Jam

Petugas Pengamatan Gunung Guntur menunjukan lokasi Gunung Funtur di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Ahad (10/3/2019).***

garutexpress.id – Ketua Pos Pengamatan Gunung Guntur, Mazrifani mengatakan, aktivitas dua Gunung di Garut, yakni Gunung Guntur dan Papandayan terus dipantau. Mesti berstatus level normal, pemantauan tetap dilakukan selama 24 jam.

” Tidak perlu khawatir dengan kondisi Gunung Guntur. Kami terus memantau setiap aktivitasnya,” ujar Mazrifani, saat dijumpai di Pos Pengamatan Gunung Guntur, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut,  Ahad (10/3/2019).

Dijelaskannya, untuk pengamatan gunung tersebut dilakukan dengan dua cara, manual dan menggunakan alat sensor. “Alat sensor yang ditanam untuk memantau Gunung Guntur ada di lima stasiun,” ujarnya.

Menurut catattannya, Gunung Guntur pernah meletus pada tahun 1847 silam. Kemudian pada tahun 2013 pernah menalami peningkatan status, dari level normal ke waspada. “Sekarang masih dalam kondisi normal aktif,” tandasnya.

Meski aktivitas gunung dalam level normal, pihaknya tetap menghimbau masyarakat, khususnya para pendaki agar tidak mendekati kawah aktif yang ada di puncak Gunung Guntur.

Menurut Mazrifani, mendekati lokasi kawah sangat berisiko. Dari pantauannya, dalam sehari, bisa terjadi empat kali guncangan tektonik.  Ia pun meminta masyarakat untuk menjaga keberadaan alat sensor pemantau gunung merapi.

Dia menyebut, sudah beberapa kali alat sensor di Gunung Papandayan kerap hilang, dicuri.

” Alat itu sangat berguna untuk memberi informasi yang akurat saat terjadi aktivitas tektonik. Kami mohon warga menjaganya, ” tukasnya. (FW)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here