Advokat Muslim: Pembakaran Bendera Tauhid Masuk dalam Ranah Penistaan Agama

GARUT, (GE).- Advokat muslim pembela kalimatullah menandaskan pembakaran bendera bertuliskan kalimah tauhid masuk dalam ranah penistaan terhadap agama. Oleh sebab itu, advokat muslim bersama 26 organisasi lainnya melaporkan bendera tauhid itu ke Polres Garut.

Pengawalan laporan kasus ini dikawal ratusan massa yang berkerumun di halaman Mapolres Garut. Sesekali mereka meneriakkan takbir sambil menunggu hasil laporan.

Pantauan “GE” massa masih berkerumun sampai dini hari. Sekira pukul 02.00 WIB satu persatu mereka mulai membubarkan diri.

Perwakilan Advokat Muslim, A Iqbal Taufik mengatakan, pembakaran terhadap bendera yang bertuliskan kalimah tauhid masuk dalam ranah penistaan terhadap agama. Pelaporan dilakukan agar agar pelaku mendapat hukuman yang berat sesuai pelanggaran yang dilakukan.

“Pembakaran bendera ini masuk dalam ranah penistaan agama pasal 165 a. Pelaporan lebih spesifik kepada oknum yang membakarnya,” ujarnya, Senin (22/10/2018).

Laporan penistaan tersebut, lanjutnya, karena terjadi pembakaran kalimat tauhid yang ada di bendera. Pihaknya merasa tersinggung atas pembakaran yang dilakukan di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pembakaran kalimah tauhid itu telah memantik kemarahan umat islam. Sehingga jalur hukum perlu ditempuh agar tak terjadi kekisruhan.

Dalam laporan advokat muslim, kata Iqbal, disertakan bukti penistaan oleh para pelaku berupa video dan berita di sejumlah media. Ia berharap polisi bisa bertindak cepat dan tepat dalam penanggulangan persoalan ini.

“Saya harap polisi bisa bertindak jujur. Kami minta proses hukum bagi pelaku bisa ditegakkan,” pungkasnya. (Farhan SN)***


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here